Simak di Sini Perbedaan Procurement dan Purchasing!

Published by serenata on

Dalam dunia kerja, mungkin Anda sering mendengar atau bahkan tak bisa membedakan kata procurement dan purchasing. Hal ini terjadi karena memang procurement dan purchasing saling berkaitan. Meskipun saling berkaitan, tapi kedua kata ini punya makna yang berbeda. Lalu, apa perbedaan procurement dan purchasing? Mari, simak pembahasannya di bawah ini.

Pengertian Procurement

Secara umum, procurement merupakan proses keseluruhan dari pengadaan atau pembelian itu sendiri atau sering disebut dengan istilah Procure-to-Pay. Proses procurement tidak sedikit, terdiri dari purchasing, expediting, dan traffic.

Dalam procurement ada banyak proses, mulai dari perencanaan strategis, pengadaan tender, pemilihan vendor, pembuatan negosiasi pembayaran, pembuatan kontrak, penilaian barang/jasa, pembelian barang/jasa, penerimaan barang/jasa, pembayaran vendor, dan pencatatan aset sebuah perusahaan.

Secara garis besarnya, siklus proses procurement dimulai saat mendapat Requirement Determination atau pengumpulan permintaan barang/jasa dari unit lain sampai ke Payment atau proses pembayaran ke vendor.

Saat proses pembelian ke vendor nanti, bagian procurement harus menerbitkan dokumen PO (Purchase Order) sebagai dokumen order yang sah untuk vendor. Dokumen PO ini juga memudahkan pihak procurement untuk melacak dan memastikan detail order barang/jasa.

Namun, proses procurement di tiap perusahaan sendiri berbeda-beda, tergantung sifat perusahaan itu sendiri (kecil atau besar). Sebagai contoh, perusahaan kecil tidak membutuhkan Requirement Determination.

Selain berkaitan dengan purchasing, proses procurement juga erat kaitannya dengan expediting (mengawasi dan memastikan segala hal yang berkaitan dengan PO sesuai dengan kontrak) dan traffic (melakukan pengiriman dan memastikan barang aman sampai di tujuan).

Pengertian Purchasing

Purchasing sendiri merupakan salah satu proses dari procurement. Secara sederhana, purchasing merupakan proses pembelian barang/jasa saja, di mana purchaser akan membeli barang dengan meminta penawaran vendor, negosisasi, membuat PO, menerima barang, dan melakukan pembayaran.

Hal yang paling penting dalam proses purchasing adalah masalah budget. Sebab, supaya bisa bernegosiasi dengan baik, seorang purchaser harus tahu seberapa besar budget yang dimiliki perusahaan untuk membeli barang/jasa.

Tidak seperti proses procurement, proses purchasing tidak dikaitkan dengan besar kecilnya perusahaan. Sebab, proses purchasing merupakan kegiatan rutin yang selalu dilakukan.

Itulah perbedaan procurement dan purchasing. Semoga artikel di atas dapat membantu memberikan Anda pencerahan sehingga tahu batasan arti di antara kedua kata tersebut. Selamat bekerja dan sukses!

BACA JUGA:

Apa Perbedaan Procurement Konvensional dan e-Procurement?


Sumber Acuan:

https://makhfril.wordpress.com/2014/05/13/perbedaan-antara-procurement-dan-purchasing/

http://procurement45.blogspot.co.id/2015/10/perbedaan-antara-procurement-dengan.html

http://eprocurement.co.id/procurement-vs-purchasing/

(SK)


1 Comment

Apa Perbedaan Procurement Konvensional dan e-Procurement? · May 28, 2018 at 10:25 am

[…] Apa Perbedaan Procurement dan Purchasing? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *