#WeeklyMeetingProcurA, 5 Tahapan Design Sprint

Published by Firdhauza on

Semangat hari Senin, #SobatProcurA!

Jumat lalu (11/10), tim yang melakukan presentasi pada kegiatan #WeeklyMeetingProcurA adalah Ferdian Alzikri atau biasa disapa Ferdian. Ferdian merupakan UI/UX Designer di ProcurA. Pada kesempatan kali ini, Ferdian menjelaskan tentang Design Sprint. Apa Sobat pernah mendengar tentang design sprint?

Baca Juga: #WeeklyMeetingProcurA, Apakah Passion Berpengaruh dengan Karier Sobat?

Design sprint adalah metode 5 langkah yang dapat mengatur Sobat dan perusahaan untuk memecahkan beberapa permasalahan dalam produk Sobat, melalui pemahaman design thinking serta berdasarkan kebutuhan pengguna. Metode ini diperkenalkan oleh Jake Knapp dari google venture pada tahun 2010. Berikut 5 tahapan design sprint yang dijabarkan oleh Ferdian.

1. Understand

Kumpulkan permasalahan dari User dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Setelah mengumpulkan permasalahan, tulis setiap satu masalah yang ditemui ke dalam satu lembar sticky notes yang nantinya akan dipahami permasalahannya.

Setelah memahami permasalahan, selanjutnya adalah affinity diagram, yaitu membuat grup yang disesuaikan berdasarkan masalah dan tingkat prioritasnya. Ambil benang merah dari masalah yang ada di suatu grup dengan problem statement, lalu lakukan design mandate untuk masuk ke tahap berikutnya.

2. Diverge

Dalam diverge terdapat 3 tahapan yang harus Sobat lakukan. Pertama, how might we (HMW), yaitu mempertanyakan tentang bagaimana solusi yang bersifat teknik. Kedua, HMW dot vote, yaitu melakukan voting untuk mengukur atau mengurutkan masalah yang terlebih dahulu akan dibuatkan solusinya. Ketiga, crazy 8, yaitu tahapan membuat 8 buah alternatif layout untuk suatu kelompok masalah dalam 8 menit. Layout hanya terdiri dari persegi, garis, dan lingkaran.

Baca Juga: Budaya Kantor Seperti Apakah yang Diinginkan Karyawan?

3. Decide

Dalam tahapan ini, keputusan diberikan dengan cara voting sketsa layout untuk masing-masing alur proses. Selanjutnya, membuat low fidelity wireframe untuk mempermudah tim mengetahui rentetan screen yang saling terkait.

4. Prototype

UI Designer membuat high fidelity wireframe yang dapat diimplementasikan oleh Front End Developer. Tahap ini tim developer membuat sebuah prototipe atau mockup web atau aplikasi yang interaktif untuk digunakan sebagai media testing kepada User.

5. Validate

Pada tahap terakhir ini, prototipe dilakukan pengujian. Tes ini dilakukan kepada end user yang biasanya adalah narasumber yang memiliki suatu masalah saat menggunakan produk Sobat, di mana Sobat ingin mendapatkan validasi apakah masalah pada produk sudah terselesaikan.

Itulah 5 tahapan design sprint yang bisa Sobat gunakan untuk memecahkan beberapa permasalahan dalam produk Sobat. Design sprint memiliki beberapa manfaat bagi Sobat, yaitu metode lebih cepat dan efisien, risiko kesalahan lebih kecil, kolaborasi dengan stakeholder akan lebih baik, serta merepresentasikan penghargaan terhadap user. Apakah Sobat berminat untuk mencoba?

Baca Juga: 6 Website Populer yang Menggunakan Ruby on Rails


Tentang ProcurA:

Masih menggunakan proses procurement konvensional? Saatnya Anda beralih menggunakan software e-procurement untuk proses jual beli beli barang yang lebih efektif dan efisien. ProcurA merupakan perusahaan penyedia jasa e-procurement terpercaya untuk perusahaan Anda. Segera kunjungi situs web untuk informasi lebih lanjut atau segera minta demo dengan mengirim email ke info@procura.id.

Jadwalkan demo ProcurA solusi eprocurement indonesia

Sumber:

https://sis.binus.ac.id/2018/03/06/design-sprint-desain-produk-dalam-5-hari/

https://www.jagoanhosting.com/blog/ciptakan-produkmu-dalam-5-hari-dengan-design-sprint/

Categories: Event

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *