Beberapa Tantangan eProcurement dan Solusi Menghadapinya

Published by serenata on

Apakah Anda pernah berpikir, apa tujuan didirikannya suatu perusahaan? Sebenarnya, itu hal sepele yang tidak perlu ditanyakan, ya. Akan tetapi, bertolak dari pertanyaan tersebutlah muncul banyak aspek yang belum kita tahu tentang internal suatu perusahaan. Intinya, suatu perusahaan didirikan untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat melalui kehadiran produk yang dihasilkan, baik berupa barang maupun jasa. Tidak hanya itu, masyarakat yang ikut bekerja didalamnya juga diharapkan bisa selalu sejahtera.

Seperti Anda tahu bahwa setiap perusahaan memiliki produk tertentu, baik berupa barang maupun jasa. Lantas, bagaimana suatu perusahaan bisa mengoordinasikan seluruh karyawannya untuk saling bersinergi menghasilkan barang yang berkualitas?

Jawabannya adalah setiap perusahaan memiliki suatu procurement atau pengadaan barang. Seiring berkembangnya teknologi, pengadaan barang dapat dilakukan melalui internet atau disebut eProcurement. Keberadaan eProcurement sangat membantu kinerja perusahaan, seperti meminimalisir anggaran yang tidak begitu penting, menghindari praktik korupsi di lingkungan pengadaan, proses pengiriman barang bisa dipastikan tepat waktu, dan sebagainya.

Terlepas dari hal itu, ternyata eProcurement juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Seperti apa tantangan eProcurement dan solusi menghadapinya?

Tantangan eProcurement dalam Perusahaan

  1. Komitmen pimpinan.
  2. Transformasi pola pikir dan pola tindak stakeholder.
  3. Jumlah dan mutu SDM.
  4. Ketersediaan infrastruktur.
  5. Membangun komitmen di lingkungan pengadaan.
  6. Meningkatkan kapasitas SDM.
  7. Mengembangkan IT.
  8. Manajemen risiko yang efektif.
  9. Adaptasi secara global.

Beberapa Solusi dalam Menghadapinya

  1. Perlu persiapan untuk membentuk SDM yang berkualitas dan berbasis teknologi. SDM yang mumpuni di bidang eProcurement tentu bisa menjadi pengintegrasi antara teknologi dan procurement.
  2. Meningkatkan infrastruktur atau sarana prasarana untuk menunjang keberadaan eProcurement.
  3. Membuka pusat konsultasi yang berkaitan dengan sistem procurement.
  4. Membuat regulasi yang jelas terkait keberadaan eProcurement. Regulasi yang ada diharapkan mampu melindungi kinerja eProcurement dan meningkatkan kepercayaan supplier terhadap teknologi ini.
  5. Setiap perusahaan yang menyediakan eProcurement harus berinovasi, sehingga memiliki nilai tambah untuk mengatasi procurement perusahaan. Nilai tambah itu diharapkan mampu meningkatkan keefektifan dan efisiensi suatu proses procurement.
  6. Membangun komitmen di lingkungan pengadaan perlu dilakukan oleh seluruh stakeholder. Sistem yang sudah terbangun akan mandek jika tidak tercipta keharmonisan di dalam lingkungan pengadaan.

Nah, paparan di atas merupakan sebagian kecil tantangan eProcurement dan solusi menghadapinya. Jika Anda ingin bergabung dengan eProcurement yang tepat, ProcurA memiliki 1001 solusi procurement untuk Anda. Happy working!

Sumber:

(EV)

Inilah Beberapa Tipe Kontrak dalam Procurement, Yuk Simak!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *